Sabtu, 14 Februari 2015

NANI WULANDARI
 DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMANAN (www.ptn.ipb.ac.id)
FAKULTAS PERTANIAN (www.faperta.ipb.ac.id)
INSTITUT PERTANIAN BOGOR (www.ipb.ac.id)

Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)
Department of Family and Consumer Sciences, (www.ikk.fema.ipb.ac.id)
 College of Human Ecology (www.fema.ipb.ac.id)
Bogor Agricultural University IPB (www.ipb.ac.id)
 
Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md djamaluddin, MSc
 
Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.
Kuliah pertama mata kuliah Perilaku Konsumen pada hari Senin tanggal 9 Februari 2015 di ruang kuliah IKK 1-1 merupakan kuliah perkenalan. Dosen kami, Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan pada awal perkuliahan memberikan beberapa pertanyaan mengenai mengapa memilih melanjutkan ke perguruan tinggi? Mengapa memilih IPB? Mengapa memilih mayor? Dan mengapa memilih mata kuliah perilaku konsumen? Beberapa hal menarik selama selama, saat mahasiswa dirangsang untuk berpikir cepat dan konsentrasi saat beberapa kali dosen memilih mahasiswa secara acak untuk membuat pertanyaan maupun menjawab pertanyaan tersebut.
Pembahasan pertama mengenai Konsumen dan Perilaku Konsumen. Konsumen bisa diartikan sebagai pembeli, pengguna, pengambil keputusan atau pelanggan. Sedangkan perilaku konsumen merupakan aktivitas yang biasa dilakukan konsumen yang biasanya mengikuti tren misalnya, aktivitas memilih harga, suka menawar, suka barang murah kalau bisa gratis, memilih kualitas, dan sebagainya. Tren sendiri bisa diartikan sebagai fenomena behavior  yang memiliki jangka waktu (masa kadaluarsa). Beberapa perilaku konsumen di kalangan anak muda yaitu, cepat  mengkuti tren, berani tampil beda, keinginan lebih besar dibanding kebutuhan, dan meniru idola.
Menurut  Schiftman dan Kanuk (2010) perilaku konsumen bisa didefinisikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, mengevalusi dan menghabiskan produk barang dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka. Menurut  Engel, Blackwell, dan Miniard (1995) perilaku konsumen merupakan tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan barang dan jasa termasuk proses kebutuhan yng mendahului dan mengikuti tindakan ini.
Presfektif riset perilaku konsumen mencakup tiga hal yakni, pengambilan keputusan, eksperensial (pengalaman), dan pengaruh behavior. Pengambilan keputusan yaitu konsumen melakukan serangkaian aktivitas dalam memutuskan keputusan pembelian secara rasional. Eksperensial atau pengalaman dimana konsumen membeli suatu produk dengan alasan kegembiraan, fantasi atau emosi. Pengaruh behavior dimana konsumen sangat dipengaruhi oleh pemasaran yang dilakukan oleh produsen, faktor lingkungan fisik, ekonomi dan Undang-Undang.
Dimensi perilaku konsumen meliputi bagaimana cara konsumen mendapatkanya? Bagaimana cara mereka mengonsumsinya? Dan bagaimana cara mereka menghilangkan sisa konsumsi atau bagian yang tidak dikonsumsi seperti kemasan barang, hal ini berkaitan dengan pengelolaan sampah.
Perilaku konsumen di dunia diantaranya:
1.      Ada kesamaan dan perbedaan perilaku.
2.      Pakaian dan aksesoris sama.
3.      Globalisasi ekonomi, perdagangan serta budaya meluas.
4.      Batas geografi dan budaya berkurang.
5.      Program pemasaran agresif dari perusahaan multinasional.
Mengenai globalisasi dan perusahaan multinasional memiliki nilai positif dan negatif.  Menurut cerita dosen, Bapak Ujang, nilai positif dari hal ini  yaitu musik Indonesia yang digemari oleh masyarakat Malaysia bahkan menjadi ancaman bagi industri musik Malaysia. Sedangkan nilai negatifnya muncul akibat sulitnya membangun Nasionalisme dan cinta produk dalam negeri.
Sejarah disiplin perilaku konsumen meliputi beberapa hal di bawah ini:
1.      Landasan teori ekonomi mikro yang sangat esensial;
2.      Diperkenalkan sebelum memahami teori permintaan dan struktur pasar;
3.      Sebagai mata kuliah wajib bagi beberapa bidang mata kuliah;
4.      Tidak diuji secara empiris; dan
5.      Memasukkan elemen-elemen psikologi dalam pengambilan keputusan konsumen.
Perbedaan perilaku konsumen dengan ilmu ekonomi yakni, jika pada ilmu ekonomi permintaan hanya dipengaruhi oleh harga sedangkan faktor lainnya dianggap tetap (cateris paribus), pada perilaku konsumen permintaan tidak hanya dipengaruhi oleh harga tetapi oleh semua faktor yang ada (faktor lain tidak dianggap tetap).
Siapa saja yang perlu mempelajari perilaku konsumen? Jawabannya adalah pemasar yaitu produsen, pegiat pendidikan dan perlindungan konsumen, dan pemerintah serta anggota legislatif.
Pembahasan selanjutnya mengenai model keputusan konsumsi. Topik ini dapat dibaca dalam buku karangan Ujang Sumarwan pada BAB I. Selanjutnya kuliah membahas mengenai motivasi yaitu dorongan yang timbul akibat adanya kebutuhan. Kebutuhan itu sendiri muncul akibat adanya ketidaknyamanan yang seharusnya dan tidak seharusnya dirasakan. Dorongan ini bisa muncul dari dalam yang merupakan kebutuhan primer dan muncul dari luar yang merupakan kebutuhan sekunder.






 
 

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar